LAKUKAN SESUATU UNTUK PERUBAHAN YANG LEBIH BAIK


Dulu ketika orde baru, saya ingat betul, bila seorang menteri diganti pada saat berakhir periodenya, masyarakat akan merasa senang, karena ada harapan baru, bahwa dimasa mendatang akan terjadi perubahan pada masa yang akan dating. Padahal mereka diganti pada waktunya, sebenarnya bukan diganti, tetapi dipilih kembali, tapi bahasanya masyarakat pada waktu itu ya diganti. Karena memang pada waktu itu seorang menteri bisa saja menjabat selama dua periode atau bahkan lebih. Alasan lain kenapa masyarakat senang dengan adanya wajah baru di cabinet, karena biasanya menteri yang baru dipilih oleh presiden akan mencurahkan segala kemampuannya untuk kesejahteraan masyarakat. Menteri yang bersangkutan sangat takut akan stigma negative yang diberikan masyarakat. Sehingga menteri yang lama juga berusaha agar periode berikutnya, ketika mereka terpilih kembali, menjadi lebih baik pula, takut dikatakan menteri lama, ya semakin tua semakin tidak berdaya. Terlepas dari kebobrokan orde baru, pergantian atau wajah baru dari menteri-menteri yang menjabat merupakan harapan baru bagi masyarakat.
Itu dulu, bagaimana dengan sekarang?. Masyarakat sudah apatis dengan pergantian menteri. Karena kalau kita lihat, walaupun pergantian menteri tidak lagi karena periodenya sudah berakhir, tetapi saat ini pergantian menteri bisa jadi karena resufle alias bisa jadi menteri diganti walau masih belum selesai masa jabatannya. Dulu ketika kita mendengar kata resufle seakan-akan ada kesalahan yang luar biasa yang dilakukan oleh menteri, sehingga perlu diganti dengan menteri baru. Sekarang walaupun banyak kesalahan dari seorang menteri belum tentu di resufle, begitu juga sebaliknya menteri yang tidak bersalah juga bisa jadi di resufle, demikian juga bisa jadi mereka yang punya prestasi buruk di resufle, sebaliknya mereka yang punya prestasi baik juga diganti. Jadi memang hak prerogative presiden atau dengan kata lain terserah kepada presiden, bagaimana dengan nasib rakyat yang memilih presiden itu ya masalah lain, atau jangan di permasalahkan karena bisa jadi bikin pusing presiden.
Begitu juga dengan menteri hasil resufle, sebenarnya masyarakat berharap banyak dengan mereka. Tetapi pengalaman selama ini, berapa kalipun pergantian menteri, tidak banyak memberi dampak yang baik bagi kesejahteraan dan keamanan masyarakat. Kita lihat saja maslah perhubungan kita, sudah berapa menteri yang menangani, mulai dari hatta rajasa sampai fredi numberi, ya tetap saja keadaannya tidak berubah. Berapa pesawat di udara mengalami kecelakaan, berapa kapal dilaut tenggelam dan terbaka, belum lagi kecelakaan didarat. Wah, masih adakah Negara yang lain yang masalah perhubungannya seperti Indonesia?. Begitu juga dengan maslah kesehatan, banyak menteri yang tambah hari tambah banyak balita yang kekurangan gizi, masalah tenaga kerja, semakin hari semakin banyak pengangguran, semoga pejabat kita masih ingat, bahwa setelah kita mati masih ada kehidupan, kita diajarkan oleh nabi kita sedikit saja kita menyelewangkan tangggung jawab kita didunia ini maka akan di minta pertanggungjawaban di kemudian hari atau di akherat, dan kita tidak bisa lagi kembali kedunia untuk memperbaikinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s