LAKUKAN SESUATU UNTUK PERUBAHAN YANG LEBIH BAIK


PETANI KOPI GAYO, NASIBMU KINI

Banyak tema yang muncul dipikiran untuk bahan tulisan, seperti masalah pendidikan, budaya, karakter individu masyarakat gayo khususnya di buntul kemumu dengan kota jember atau kota malang serta kota-kota lainnya yang ada di Indonesia.
Tentang tanaman kopi juga menarik untuk diangkat, ini karena hampir 100% masyarakat yang tinggal dibuntul kemumu memiliki tanaman kopi, artinya penopang utama kehidupan masyarakat adalah sector pertanian, berupa tanaman kopi dan tanaman palawija yaitu sayur-sayuran seperti kol, cabe, tomat, kentang, kacang-kacangan serta tanaman untuk sayur lainnya.
Kabar berseliweran yang pernah saya dengar bahwa harga kopi saat ini seharusnya dua belas ribu rupiah perbambu (bambu: istilah yang digunakan untuk alat penakar kopi, setara dengan dua liter) untuk kopi yang masih belum dipisahkan kulit luarnya yang berwarna merah, tetapi kenyataan dilapangan agen hanya membeli dengan harga delapan ribu rupiah, suatu harga yang sangat fantastis perbedaan antara harga ketentuan dengan harga yang terjadi dilapangan. Walaupun masyarakat thu tentang perbedaan yang demikian mencolok yaitu sekitar empat ribu rupiah, akan tetapi masyarakat dengan terpaksa tetap menjual kopinya. Hal ini disebab, sekali lagi karena penopang utama kehidupan di buntul kemumu adalah tanaman kopi. Miris memang melihat keadaan masyarakat yang demikian itu.
Belum lagi saya mendengar bahwa kopi yang di produksi di gayo, khususnya di kabupaten aceh tengah dan bener meriah di jual ke medan. Dalam perjalanannya medan mengklaim atau membuat hak paten yang menyatakan bahwa komoditas ekspor tersebut berasal dari medan, sehingga pajak ekspor dari kopi tersebut dinikmati oleh daerah lain bukan tempat dimana kopi tersebut berasal.
Hal lain yang membuat miris, saya mendengar bahwa ada program NGO dari luar negeri mulai masuk ke daerah-daerah yang menghasilkan kopi terutama dengan proyek kopi organic. Tidak jelas maksud dari program ini, yang jelas hanya bahwa masyarakat benar-benar di eksploitasi dengan cara memberi bantuan yang tidak seberapa setiap tahunnya, dan konsekwensinya jauh sangat mencengangkan bahwa setiap kebun petani diklaim sebagai milik mereka.
Hal lain yang membuat kita mengelus dada adalah minimnya sarana dan prasarana yang ada disekitar tempat penghasil kopi tersebut. Terutama sarana dan prasarana jalan. Dimana jalan yang ada sekarang sangat sulit dilalui dan tidak layak.
Disinilah sebenarnya kita harapkankan kehadiran dari pemerintah, tetapi sampai saat ini ketika kami wawancara dengan masyarakat tentang kehadiran pemerintah, masyarakat rata-rata menjawab, mereka merasa bahwa kehadiran pemerintah sangat minim dalam melindungi keberadaan petani kopi. Sangat mirs memang….

Comments on: "PETANI KOPI GAYO, NASIBMU KINI" (2)

  1. boleh saya minta contact person salah satu petani kopi gayo??trimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s