LAKUKAN SESUATU UNTUK PERUBAHAN YANG LEBIH BAIK

Posts tagged ‘PENGENDALIAN KONSTRUKSI’

Teori Perencanaan proyek konstruksi


Pelaksanaan atau pekerjaan sebuah proyek konstruksi dimulai dengan penyusunan perencanaan, penyusunan jadwal (penjadwalan) dan untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan perencanaan diperlukan pengendalian. Sebelum pembahasan lebih lanjut maka pengertian dari ketiga kegiatan pokok itu diberikan sebagai dasar pemikiran lebih lanjut.

1. Perencanaan

Perencanaan adalah suatu proses yang mencoba meletakkan dasar tujuan dan sasaran termasuk menyiapkan segala sumber daya untuk mencapainya. Perencanaan memberikan pegangan bagi pelaksanaan mengenai alokasi sumber daya untuk melaksanakan kegiatan (Imam Soeharto, 1997). Secara garis besar, perencanaan berfungsi untuk meletakkan dasar sasaran proyek, yaitu penjadwalan, anggaran dan mutu.

Pengertian di atas menekankan bahwa perencanaan merupakan suatu proses, ini berarti perencanaan tersebut mengalami tahap-tahap pengerjaan tertentu Tahap-tahap pekerjaan itu yang disebut proses. Dalam menyusun suatu perencanaan yang lengkap minimal meliputi :

a. Menentukan tujuan.

Tujuan dimaksudkan sebagai pedoman yang memberikan arah gerak dari kegiatan yang akan dilakukan.

b. Menentukan sasaran.

Sasaran adalah titik-titik tertentu yang perlu dicapai untuk mewujudkan suatu tujuan yang lelah ditetapkan sebelumnya

c. Mengkaji posisi awal terhadap tujuan.

Untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dan posisi maka perlu diadakan kajian terhadap posisi dan situasi awal terhadap tujuan dan sasaran yang hendak dicapai

d. Memilih alternatif.

Selalu tersedia beberapa alternatif yang dapat dipergunakan untuk mewujudkan tujuan dan sasaran. Karenanya memilih alternatif yang paling sesuai untuk suatu kegiatan yang hendak dilakukan memerlukan kejelian dan pengkajian perlu dilakukan agar alternatif yang dipilih tidak merugikan kelak.

e. Menyusun rangkaian langkah untuk mencapai tujuan

Proses ini terdiri dari penetapan langkah terbaik yang mungkin dapat dilaksanakan setelah memperhatikan berbagai batasan.

Tahapan perencanaan di atas merupakan suatu rangkaian proses yang dilakukan sesuai urutannya. Dari proses tersebut perencanaan disusun dan selanjutnya dilakukan penjadwalan.

2. Penjadwalan

Penjadwalan dalam pengertian proyek konstruksi merupakan perangkat untuk menentukan aktivitas yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek dalam urutan serta kerangka waktu tertentu, dalam mana setiap aktivitas harus dilaksanakan agar proyek selesai tepat waktu dengan biaya yang ekonomis (Callahan, 1992). Penjadwalan meliputi tenaga kerja, material, peralatan, keuangan, dan waktu. Dengan penjadwalan yang tepat maka beberapa macam kerugian dapat dihindarkan seperti keterlambatan, pembengkakan biaya, dan perselisihan.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penjadwalan antara lain :

a) Bagi pemilik :

(1) Mengetahui waktu mulai dan selesainya proyek.

(2) Merencanakan aliran kas.

(3) Mengevaluasi efek perubahan terhadap waktu penyelesaian dan biaya proyek.

b) Bagi kontraktor:

(1) Memprediksi kapan suatu kegiatan yang spesifik dimulai dan diakhiri.

(2) Merencanakan kebutuhan material, peralalan, dan tenaga kerja.

(3) Mengatur waktu keterlibatan sub-kontraktor.

(4) Menghindari konflik antara sub-kontraktor dan pekerja.

(5) Merencanakan aliran kas

(6) Mengevaluasi efek perubahan terhadap waktu penyelesaian dan biaya proyek.

3. Pengendalian

R.J. Mockler, 1972, dalam Imam Soeharto (1997) memberikan pengertian tentang pengendalian. Menurutnya, pengendalian adalah usaha yang sistematis untuk menentukan standar yang sesuai dengan sasaran perencanaan, merancang sistem informasi, membandingkan pelaksanaan dengan standar, menganalisis kemungkinan adanya penyimpangan antara pelaksanaan dan standar, kemudian mengambil tindakan pembetulan yang diperlukan agar sumber daya digunakan secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai sasaran.

Berdasarkan pengertian yang diberikan oleh Mockler, maka proses pengendalian proyek dapat diuraikan menjadi langkah-langkah sebagai berikut:

a. Menentukan sasaran.

b. Definisi lingkup kerja.

c. Menentukan standar dan kriteria sebagai patokan dalam rangka mencapai sasaran.

d. Merancang/menyusun sistem informasi, pemantauan, dan pelaporan hasil pelaksanaan pekerjaan.

e. Mengkaji dan menganalisis hasil pekerjaan terhadap standar, kriteria, dan sasaran yang telah ditentukan.

f. Mengadakan tindakan pembetulan.

Fungsi utama pengendalian adalah memantau dan mengkaji (bila perlu mengadakan koreksi) agar langkah-langkah kegiatan terbimbing ke arah tujuan yang telah ditetapkan. Pengendalian memantau apakah hasil kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan patokan yang telah digariskan dan memastikan penggunaan sumber daya yang efektif dan efisien.


4. RDM, Konstrain, Lead dan Lag

PDM (Precedence Diagram Methode) disebut juga metode preseden diagram yang menggambarkan jaringan kerja yang termasuk klasifikasi AON (Activity on Node) di mana kegiatan ditulis di dalam kotak alan lingkaran. Anak panah dipakai hanya  untnk menjelaskan hubungan ketergantungan di antara kegiatan-kegiatan. Hubungan antar kegiatan pada AON digambarkan :

PDM dapat dinyatakan dengan simbol :

Konstrain menunjukkan hubungan logis antar kegiatan dengan satu garis dari nodeterdahulu ke node berikutnya. Satu konstrain hanya dapat menghubungkan dua node.  PDM memiliki empat macam konstrain :

a. Konstrain Finish to Start (FS)

b. Konstrain Start to Start (SS)

SS (i-j) =b

 

c. Konstrain Finish to Finish (FF)

d. Konstrain Start to Finish(SF)

Catatan :

b dan d disebutLead time(waktu mendahului).

a dan c disebut Lag time (waktu tertunda)

5. Metode Pengendalian Biaya dan Waktu

Penyimpangan terhadap perencanaan sering terjadi, baik terhadap biaya maupun waktu untuk mengetahui terjadinya penyimpangan secara dini daput dipergunakan metode varian dan metode earned value alau metode nilai hasil. Melode-metode ini dipakai untuk pengendalian terhadap biaya dan waktu.

a. Metode Varian

Pengendalian biaya proyek dengan melakukan identifikasi varian pada data pengeluaran biaya pelaksanaan terhadap biaya rencana secara periodik atau dalam kurun waktu tertentu.

b. Metode Nilai Hasil {earned value}

Dalam metode ini memakai dasar-dasar asumsi tertentu agar dapat dikembangkan untuk membuat perkiraan atau proyeksi keadaan masa depan proyek. Metode ini digunakan untuk :

(1) Mengetahui performance proyek dari sisi biaya pada suatu waktu;

- apakah pengeluaran biaya > dari rencana.

- apakah pengeluaran biaya < dari rencana.

- apakah pengeluaran biaya = dari rencana.

(2) Mengetahui performance proyek dari sisi jadwal/waktu pada suatu waktu;

- apakah waktu pelaksanaan lebih cepat dibanding rencana.

- apakah waktu pelaksanaan lebih lambat dibanding rencana.

- apakah waktu pelaksanaan sama dengan rencana.

(3) Prediksi biaya untuk menyelesaikan proyek setelah waktu evaluasi ; proyek untung atau rugi.

(4) Prediksi waktu untuk menyelesaikan proyek setelah evaluasi, lebih cepat atau lebih lambat.

6. Indikator dan Formulasi

Indikator yang digunakan dalam konsep nilai hasil :

a. ACWP (Actual Cost Work Performed) ; jumlah biaya aktual/yang sesungguhnya untuk suatu pekerjaan yang telah terlaksana dalam kurun waktu tertentu, didapat dan laporan akuntansi.

b. BCWP (Undated Cost of Work Performed); jumlah nilai hasil pekerjaan yang telah diselesaikan untuk suatu pekerjaan dalam kurun waktu tertentu, didapat dari laporan prestasi mingguan.

c. BCWS (Budgeted Cost of Work Scheduled) ; biaya/anggaran yang direncanakan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, didapat dari time schedule, Bar Chard dan kurva S.

Ketiga indikator ini memperlihatkan varian biaya dan varian waktu.

Varian biaya adalah penyimpangan pengeluaran biaya aktual untuk pelaksanaan pekerjaan terhadap prestasi riil dalam satuan biaya Varian biaya =  Cost Varian = CV.

Formulasi:

CV = BCWP – ACWP

Varian waktu/jadwal adalah penyimpangan prestasi riil (dalam satuan biaya) terhadap biaya rencana. Varian Jadwal = Schedule Varian = SV.

Formulasi :

SV = KCWP – BCWS

Kinerja proyek dari analisis varian biaya dan varian waktu yang mungkin terjadi dapat dilihat sebagai berikut :

- CV Positif berarti pekerjaan dilaksanakan dengan biaya kurang dari anggaran; untung.

- CV negatif berarti pekerjaan dilaksanakan dengan biaya lebih dan anggaran; rugi.

- CV nol berarti pekerjaan dilaksanakan dengan biaya sama dengan anggaran.

- SV positif berarti pekerjaan dilaksanakan lebih cepat.

- SV negatif berarti pekerjaan dilaksanakan terlambat.

- SV nol berarti pekerjaan dilaksanakan sesuai waktu rencana.

Untuk mengetahui efisiensi penggunaan sumber daya pada proyek digunakan indeks kinerja biaya dan indeks kinerja jadwal yang formulasinya adalah :

a. Indeks Kinerja Biaya = Cast Performance Indeks CPI

CPI =  BCWP

ACWP

b. Indeks Kinerja Jadwal = Schedule Performance Indeks SPI

SPI = BCWP

BCWS

Keterangan :

- Jika CPI < 1 berarti pengeluaran lebih besar dari anggaran.

- Jika CPI > 1 berarti pengeluaran lebih kecil dari anggaran, pelaksanaan baik.

- Jika CPI = 1 berarti pengeluaran sesuai dengan anggaran.

- Jika SPI < 1 berarti pekerjaan terlambat.

- Jika SPI > 1 berarti pekerjaan lebih cepat

- Jika SPI = 1 berarti pekerjaan sesuai dengan rencana.

Perkiraan Biaya Pekerjaan Tersisa (ETC)

Formulasi :

ETC = Anggaran – BCWP

CPI

= X BCWP1 X = total anggaran

C1

Perkiraan biaya Sampai Akhir Proyek (EAC)

Formulasi :

EAC = E T C + ACWP1

Keuntungan /kerugian = Anggaran – EAC

Perkiraan Waktu Sampai Penyelesaian Proyek

Rencana Waktu Keseluruhan = X bulan

Waktu tersisa = X � Waktu Pelaporan

Waktu Pelaporan = t1 = X � t1

Indeks Kinerja Jadwal, Formulasi : SPI = BCWP1 = S1

BCWS1

Perkiraan Waktu Pekerjaan Tersisa (ETS)

Formulasi :

ETS = Rencana waktu pelaporan = X t1

SPI                                S1

Perkiraan Waktu Sampai Akhir Proyek (EAS)

EAS = ETA + waktu pelaporan = ETS + t1

Keterlambatan / cepat = rencana waktu � EAS

(sumber moery Alfatih Web)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.